Kamis, 11/01/2018, 03:56:59
Bumiayu Perlu Ruang Terbuka Hijau
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kondisi lalu lntas id Kota Bumiayu saat macet (Foto; Dok/Zaenal Muttaqin

PanturaNews (Brebes) - Kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas telah menjadi pemandangan biasa di ruas jalan utama Kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Banyaknya kendaraan, ditambah angkutan umum yang seenaknya berhenti menaikturunkan penumpang membuat arus lalu lintas semakin semrawut.

Dampaknya bukan hanya menimpa pada individu, tapi juga orang banyak dan lingkungan sekitar. Parahnya lagi akan berpengaruh pada kesehatan badan dalam jangka pendek maupun panjang. Paparan asap polusi dari kendaraan bermotor yang terus-menerus saat macet juga akan berakibat buruk bagi lingkungan.

"Polusi atau pencemaran udara akibat gas buang makin bertambah pada saat terjadi kemacetan lalu lintas," katanya kepada PanturaNews.Com, Kamis 11 Januari 2018.

kesemrawutan lalu lintas di Bumiayu di antaranya dipicu oleh jumlah kendaraan yang masuk ke jalur Kota Bumiayu telah overload atau melebihi batas maksimum. Dalam tempo dua jam sebanyak 2500 kendaraan merupakan batas maksimum dan di Bumiayu mencapai lebih dari 5000 kendaraan.

"Dari pengamatan yang kami lakukan dalam tempo dua jam kendaraan yang masuk ke jalur kota Bumiayu lebih dari 5000 kendaraan," ungkap Imam.

Mengurangi dampak buruk bagi lingkungan, sudah sepatutnya dilakukan penataan Kota Bumiayu. Simpul-simpul kemacetan harus diurai dan penyebab kemacetan juga harus diminimalisir.

"Penyebab kamacetan dan kesemrawutan cukup komplek, di antaranya masalahi rekayasa lalu lintas, parkir yang tidak tertata hingga pedagang kaki lima yang tidak teratur," tutur Imam.

Kondisi semacam itu, sudah sangat mendesak di Kota Bumiayu ada Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain untuk menetralisir tingginya polusi juga untuk penataan kota menjadi lebih baik dan tidak semrawut.

Dikatakan, RTH dapat dibangun di lokasi yang saat ini menjadi lokasi Pasar Kalierang, yang lebih dikenal dengan pasar pedagang kaki lima (PKL). Pasar ini dapat dipindahkan ke dekat Terminal Bumiayu dengan luasan lahan telah tersedia.

"RTH itu sangat dibutuhkan sebagai bentuk kearifan lokal dan kebutuhan mendesak bagi warga Bumiayu," tegas Imam yang juga mantan anggota DPRD Brebes ini.

RTH di Kota Bumiayu mendesak mengingat pentingnya paru-paru kota. Selain itu dapat berfungsi pula sebagai lokasi taman hiburan rakyat yang dapat mengurangi kenakalan generasi muda, termasuk mencegah penyalahgunaan Narkoba.

Diharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Brebes dapat memahami kebutuhan RTH tersebut bagi warga Bumiayu dan sekitarnya. Selanjutnya secepatnya melakukan penataan dan pembuatan RTH tersebut.

"Sudah sangat mendesak, RTH harus segera dibangun untuk mengatasi masalah kesemrawutan Bumiayu," tandas Imam.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita