Kamis, 12/10/2017, 12:32:20
Ekonomi Pesantren Harus Diperkuat dan Diberdayakan
Laporan SL Gaharu

Ferry (kedua dari kiri) bersama KH Ahmad Shobri saat silaturahmi ke Ponpes Al Falah Jatilawang (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Banyumas) - Setelah konsolidasi dan silaturahmi dengan kader-kader PAC dan DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas, bakal calon (balon) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dari Partai Gerindra, Dr. Ferry Juliantono bertandang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Pimpinan KH Ahmad Shobri, di Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Rabu 11 Oktober 2017.

Dihadapan para santri dan warga sekitar Ponpes Al Falah, Ferry menyayangkan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah yang begitu besar. Dan lebih memperihatinkan lagi, mayoritas penduduk miskin itu beragama Islam.

"Kemiskinan adalah musuh umat. Saya akan mengikrarkan pemberdayaan ekonomi umat di Jawa Tengah, dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan umat," papar Ferry yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra.

Ferry mengatakan akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, sekaligus memberdayakan pesantren untuk mencetak santripreuner. Yaitu santri yang diberikan pengetahuan dan pendidikan ekonomi, termasuk membentuk koperasi-koperasi, dan pelatihan industri kecil kepada pondok pesantren.

"Kami juga akan memberikan modal usaha kepada pesantren-pesantren yang ada di Jawa Tengah, dan mempersiapkan para santri agar menjadi tenaga yang siap kerja," jelas Ferry.

Sementara KH Ahmad Shobri dalam sambutanya memanjatkan doa agar keinginan Ferry terkabul. Dia juga meminta para santrinya mendoakan niat tulus Ferry memberdayakan ekonomi Umat.

"Kami doakan semoga Pak Ferry bisa menjadi Gubernur Jawa Tengah, Aamiin," tutur Kyai Shobri.

Sebelumnya, Ferry juga mengunjungi Pesantren Baitu Saadah, Jatibarang, Kabupaten Brebes  pimpinan KH Rosyidi Malawi. Oleh Kiai Rosyidi Malawi, Ferry diberi pesan kalau sudah punya niat menjadi gubernur, ya diteruskan, jangan berhenti.

“Tapi niat itu harus dibarengi dengan berdoa, juga harus diperjuangkan. Jadi yang penting kalau sudah berniat, jangan berhenti, dilanjutkan,” pesan Kiai Rosyidi Malawi saat itu.

Sedangkan Ferry Juliantono ketika ditanya tujuanya menemui KH Rosyidi Malawi mengatakan, selain silaturahmi dia juga meminta restu dan arahan pada pencalonanya di Pilkada Jawa Tengah. Ferry berharap mendapat arahan dan pandangan Kiai karismatik dari Jatibarang ini.

“Selain pandangan beliau, saya juga minta doa restu, karena itu sangatlah penting bagi siapapun yang punya niat. Apalagi niat tersebut berkaitan dengan nilai-nilai ibadah. Saya rasa gubernur adalah posisi yang harus diniati dengan baik sejak awal, supaya nanti berkah dan lancar urusanya,” ungkapnya.

Begitu pula di Ponpes Al Falah Pimpinan KH Ahmad Shobri, di Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Kunjungan Ferry ini pun untuk minta petunjuk dan arahan, serta menyerap aspirasi dan keinginan warga pondok pesantren.

Diketahui, selama ini Ferry lebih dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Salah satu resiko yang harus dilaluinya sebagai aktivis, adalah mendekam di penjara pada 2008.

Penyebabnya, suami Ir. Sita Komaladewi ini memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY. Ferry mengaku harus membela rakyat ketika kepentingan mereka diganggu dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan mereka.

Bapak dua putra, Jodipati Alif Fitrahillah dan Rendrahadi Nezar Musyaffa, banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) sampai sekarang.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita