Kamis, 24/08/2017, 06:51:22
Kader PDIP Kota Tegal Nonton Bareng Film Turah
Laporan SL Gaharu

Uyip dan kader PDIP lainnya foto bersama sebelum nonton bareng Turah di Gajah Mada Cinema (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sebagai apresiasi kepada karya putra daerah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Jawa Tengah, H Edi Suripno, SH,MH mengajak sedikitnya 100 kadernya nonton bareng (Nobar) film ‘Turah’ di Gajah Mada Cinema Kota Tegal, Rabu 23 Agustus 2017 pukul 19:00 WIB.

“Kami sangat mengapresiasi film Turah sebagai karya anak-anak Tegal, dengan para pemain anak-anak Tegal pula. Para seniman Tegal ini perlu ada dukungan banyak pihak untuk ikut serta mengembangkan budaya Tegal melalui film,” ujar H Edi Suripno yang akrab disapa Uyip.

Dikatakan Uyip, Kampung Tirang, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, menjadi potret kesenjangan sosial. Kampung yang berada pesisir pantai utara ini, hingga kini belum teraliri listrik. Rumah warga di Kampung Tirang ada 12 dengan jumlah penghuni sekitar 30 jiwa.

“Film Turah ini mencerminkan budaya Tegal dan menjadi potret masyarakat Kota Tegal dari segi watak dan prilakunya. Bahwa sejatinya orang Tegal itu apa adanya, masyarakat pesisir yang mandiri, penuh dedikasi dan berkepribadian,” tutur Uyip yang didampingi istri dan kader structural.

Diketahui, Turah yang disutradarai Wicaksono Wisnu Legowo dengan para pemain diantaranya Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono, Rudi Iteng, Firman Hadi, Narti Diono, Bontot Sukandar, mengangkat kehidupan masyarakat Kampung Tiram di Kota Tegal yang mengalami isolasi selama bertahun-tahun, yang kemudian memunculkan berbagai problema.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Riyanto menjelaskan pada 27 Mei 2011, Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak, dalam kunjungannya ke kampung Tirang akan memberikan bantuan listrik untuk penerangan, dan sarana air bersih di kampung Tirang.

“Ikmal saat itu mengatakan, kampung Tirang bukanlah sebuah pulau atau tanah timbul, tetapi merupakan daratan terhubung dan merupakan lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo),” ujar Riyanto.

Hal itulah, lanjut Riyanto, yang menjadi suatu kendala dalam pelaksanaan program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Padahal kondisi rumah warga yang menempati kampung Tirang sangat tidak layak huni.

“Karena alasan itulah, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan rehab RTLH bagi mereka. Karena salah satu syarat dari program itu adalah bukti kepemilikan tanah. Sementara status warga di kampung Tirang hanyalah menempati lahan milik PT Pelindo, sehingga sampai sekarang kondisinya begitu sebagaimana tergambarkan di film Turah ini” jelasnya.

Sementara kader PDI Perjuangan lainnya, Sofyan mengatakan saat ini tidak sedikit warga Tegal sendiri yang tidak tahu keberadaan Kampung Tirang. “Kami senang bisa nonton film Turah, sehingga kami bisa tahu kondisi social yang sebenarnya,” ucapnya.

Selain nobar yang digalang Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, hari sebelumnya Hj Rosalina menggalang nobar sekiitar 50 kader PDI Perjuangan yang tergabung dalam grup media social Washapp.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita