Sabtu, 15/07/2017, 12:12:22
Dewi Aryani Ajak Warga Tegal Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Laporan SL Gaharu

Dewi Aryani saat sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan , di Balai Desa Sidaharja, Suradadi, Kabupaten Tegal (Foto: Erin)

PanturaNews (Tegal) - Banyak manfaatnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang memberikan perlindungan kepada pekerja yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Hal itu dikatakan Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj DR Dewi Aryani, MSi pada sosialisasi manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, di Balai Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 15 Juli 2017 siang.

"Karena itu saya mengingatkan masyarakat dengan kesadaran diri, ikut menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan. Insya Allah banyak manfaatnya, tidak ada kata terlambat untuk memikirkan kedepannya. Iurannya cukup ringan dan terjangkau, yakni Rp 16 ribu per bulan," ajak Hj DR Dewi Aryani yang akrab disapa Dear.

Hadir sebagai Narasumber, Anggota Komisi IX DPR RI, DR Dewi Aryani dan Kepala Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Tegal, Hartanti Satia. Acara Sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tegal, H. Hutri Agus Mardiko, SH dan sebagai tuan rumah Kepala Desa Sidaharja, H.M Sumaryo.

Lebih lanjut politisi PDI-P yang berangkat dari Dapil Jawa Tengah 9 (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini, mengatakan dasar hukum dilaksanakannya sosialisasi berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dimana BPJS Ketenagakerjaan dulunya dikenal dengan PT Jamsostek (Persero) yang bertransformasi pada tanggal 1 Januari 2014.

Menurutnya, keuntungan utama bagi kesejahteraan rakyat transformasi Jamsostek ke BPJS ketenagakerjaan, adalah cakupan peserta tidak terbatas lagi pada pekerja formil saja, melainkan termasuk pekerja informil.

"Paradigma masyarakat kebanyakan saat ini, bahwa BPJS Ketenagakerjaan diperuntukkan bagi mereka yang bekerja di pemerintah atau perusahaan sebagai karyawan maupun buruh. Padahal pekerja informal seperti pedagang pasar atau asisten rumah tangga, jasa tukang ojek pun bisa mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, disinilah akan dikenal istilah Bukan Penerima Upah (BPU)," terang Dear.

Di hadapan ratusan peserta buruh pabrik di wilayah Suradadi dan pekerja informil warga Desa Sidaharja, Dear menjelaskan program JKK ialah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja. Jika peserta atau pekerja mengalami kecelakaan, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan berupa seluruh biaya perawatan di rumah sakit.

“BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan apabila kecelakaan berdampak pada cacatnya peserta,” ujar Dear.

Kedua, lanjut Dear, adalah program JKM. Pada program ini, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan ganti santunan kematian kepada ahli warisnya berupa uang tunai total sebesar Rp 36 juta.

“Namun jika pekerja meninggal karena kecelakaan kerja, maka santunan yang diberikan sebesar 48 kali gaji terakhir. Kalau gajinya misalnya Rp 5 juta, akan diganti 48 kali gajinya itu," jelas Dear.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Hutri Agus Mardiko, SH dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih, sekaligus mengharapkan bahwa sosialisasi semacam ini perlu dilaksanakan secara kontinyu di wilayah Kabupaten Tegal.

“Supaya masyarakat semakin paham memikirkan kesejahteraan jaminan hari tua atau pensiun maupun antisipasi resiko kecelakaan kerja,” tutur H. Hutri.

Sosialisasi diwarnai dialog interaktif antara peserta dengan Anggota Komisi IX DPR RI dan BPJS Ketenagakerjaan Tegal. H.M Sumaryo selaku Kepala Desa Sidaharja juga menyampaikan terima kasih kepada DR. Dewi Aryani dan Alpian SE, MM selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tegal.

"Sosialisasi semacam ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masa depan dan melindungi warga desa yang bermacam latar belakang profesi. Dari sebagian besar sebagai nelayan di pantai Sidaharja, bahkan tidak sedikit sebagai tukang ojek hingga buruh lepas pabrik, sangat perlu menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," ucap H.M Sumaryo.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita