Kamis, 13/07/2017, 04:30:46
Terbukti Zina, Anggota DPRD Dihukum 6 bulan Penjara
Laporan Johari & SL Gaharu

H Supriyanto saat mendengarkan hakim PN Tegal membacakan putusan kasus perzinahan (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Terbukti melakukan perzinahan, anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H Suprianto SPdI pada sidang putusan kasus perzinahan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Kamis 13 Juli 2017, dijatuhi hukuman 6 bulan penjara.

Hukuman yang dijatuhkan kepada H Suprianto, satu bulan lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Depaati Herlambang SH yang sebelumnya menuntut 5 bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim, Haruno Patriadi SH, MH didampingi hakim anggota Fatarony SH dan Haklainul Dunggio SH, dalam amar putusannya mengatakan  terdakwa H Suprianto terbukti bersalah melakukan tindak pidana perzinahan dengan wanita yang mempunyai tiga orang anak, dan mempunyai suami yang sah dibuktikan dengan surat nikah. Tindak pidana itu sebagaimana diatur dalam pasal pasal 284 ayat 1 ke (1) hurup (a) KUHP.

Perbuatan zinah, kata hakim, dilakukan di Hotel Bahari Inn kamar 126, berikutnya di kamar mandi ruang Wijaya Kusuma RSU Kardinah, dan Hotel Kudus, Slawi, Kabupaten Tegal.

Lebih lanjut dalam amar putusan, perkenalan antara Suprianto dengan Rini  melalui BBM. Kemudian Rini mengunggah foto baju pengantin yang kebetulan profesi Rini adalah perias pengantin. Rini mengutarakan bosan membeli lewat online karena sering ditipu.

Alasan itu disambut oleh Suprianto dengan mentransfer uang sebesar Rp 2 juta, untuk membeli baju di Pasar Pagi Tegal. Lantas keduanya bertemu di pasar pagi, dilanjutkan makan di sebuah rumah makan. Dengan dalih takut diketahui wartawan, akhirnya Supriyanto chek in di Hotel Bahari Inn, sedangkan Rini menunggu di dalam mobil Suzuki Escudo. Di kamar 126, perbuatan zinah itu dilakukan oleh terdakwa Supriyanto dengan Rini.

Sedangkan di kamar mandi RSU Kardinah, dilakukan saat Rini menunggu anaknya DF yang sedang sakit dan dirawat di ruang Wijaya Kusuma. Terdakwa datang menemui Rini, kemudian memeluk dan menciumi Rini. Karena takut ketahuan anaknya yang sedang berbaring, terdakwa menyeret tangan Rini ke kamar mandi dan terjadilah perzinahan lagi.

Hal-hal yang memberatkan, terdakwa adalah anggota DPRD yang semestinya menjadi contoh yang baik dan panutan kepada pemilihnya, malah melakukan hal yang tidak terpuji dan keterangan terdakwa berbelit-belit. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sopan dan belum pernah dipenjara. Dengan petususan itu, baik kuasa hukum terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa Agung Priambodo SH dari kantor pengacara H Imawan Sugiarto SH dan rekan mengatakan pikir-pikir. “Kami belum bisa menentukan sikap, karena harus berunding dulu antara Suprianto dan Pak Imawan, makanya tadi saya menyatakan pikir-pikir,“ tegas Agung.

Hal yang sama juga dikatakan JPU Depati Herlambang SH, menurutnya JPU akan mengikuti apa kata kuasa hokum terdakwa. “Kalau mereka banding saya juga banding, kalau mereka menerima saya juga menerima,” tegas Depati.

Sedangkan Imam Samsuri (suami Rini) mengaku puas atas putusan majelis hakim. “Saya sangat puas dengan putusan hakim, ternyata keadilan masih ada di Kota Tegal. Meski istri saya juga harus dihukum tidak masalah, yang penting keduanya harus menanggung akibat perbuatannya. Intinya saya sangat puas dengan keputusan pengadilan,” tegas Imam Samsuri.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita