Jumat, 23/06/2017, 12:45:19
Dugaan Zinah, Supriyanto Dituntut 5 Bulan Penjara
Laporan Johari & SL Gaharu

Terdakwa Supriyanto saat mendengarkan tuntutan JPU pada sidang di PN Tegal (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sidang lanjutan kasus dugaan perzinahan dengan terdakwa anggota DPRD Kota Tegal, H. Supriyanto, SPdI yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Jawa Tengah, Kamis 22 Juni 2017.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Siti Chotijah, SH menuntut terdakwa Supriyanto selama 5 bulan penjara. Sidang dipimpim Ketua Majelis Hakim, Haruno Patriadi SH,MH, anggota Haklainul Dunggio SH,MH dan Fatarony SH.

Menurut JPU, selama proses persidangan terdakwa berbelit-belit bahkan banyak keterangan yang tidak diakui, sehingga JPU menuntut 5 bulan penjara. Namun demikian, JPU juga mempertimbangkan hal-hal yang meringankan, seperti belum pernah dihukum, punya tanggunnan keluarga dan sopan dalam persidangan.

“Sudah bagus kami tuntut 5 bulan karena ancaman hukumannya 9 bulan loh, tentunya JPU juga harus mempertimbangkan hal-hal yang meringankan,” ungkap Siti Chotijah.

Lebih lanjut, kata JPU, atas tuntutan itu kuasa hukum terdakwa akan mengajukan pledoi (pembelaan). Sidang akan dilanjutkan setelah Lebaran, Selasa 04 Juli 2017 dengan agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.

Sementara pada sidang lanjutan kasus dugaan perzinahan dengan terdakwa RN yang membacakan pleidoi, JPU Kejari Tegal, Haerati, SH mengajukan replik. Hal itu dilakukan JPU, karena dalam pembelaanya kuasa hukum terdakwa minta klienya dibebaskan.

“Karena dalam pembelaan ada permohonan agar terdakwa dibebaskan, maka kami mengajukan replik,” ujar Haerati.

Dalam pembelaanya kuasa hukum terdakwa, Ibnu Chalid SH dan Arie Setya SH memohon kepada majelis hakim, agar membebaskan terdakwa RN dari tuntutan pidana sebagaimana yang dituntut JPU. Namun jika majelis hakim berpendapat lain, putusan diminta yang seadil-adilnya.

“Kami berharap majelis hakim mempertimbangkan, bahwa RN melakukan perbuatan zinah karena bujuk rayu Supriyanto yang berjanji akan menikahi klien kami,” ujar Ibnu Chalid.

Ditambahkan Arie Setya, pada saat terjadinya hubungan antara Supriyanto, RN dalam kondisi psikologis terguncang, karena sering ditinggal suami keluar kota selama berbulan-bulan untuk kerja.

“RN juga harus menanggung beban mengasuh dan membiayai anak dari hasil hubungan dengan Supriyanto. Bahkan sampai sekarang anak itu tidak diakui sebagai anak hasil hubungan keduanya. Sebagai perias pengantin, RN juga menjadi tulang punggung keluarga,” terang Arie Setya.

Sidang akan dilanjutkan setelah Lebaran, Selasa 04 Juli 2017 dengan agenda mendengarkan replik JPU.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita