Sabtu, 25/03/2017, 09:39:42
Lagi, Lanang Terbitkan Buku Haiku Tegalan

Lanang Setiawan dengan buku yang baru diterbitkan (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Lanang Setiawan kembali menerbitkan buku baru. Untuk kali ini bukan kumpulan puisi, meskipun masih dalam koridor sastra. Boleh dibilang, terbitan yang terbarunya itu istimewa dan belum pernah dilakukan oleh seniman Tegal dan sekitarnya. Terbitan terbarunya itu yakni "Kumpulan Haiku Tegalan" berisikan 228 haiku.

Menurut Lanang, dalam kata pengantarnya, haiku adalah puisi pendek. Berasal dari Jepang di akhir rezim Muromachi. Aliran ini berkembang ketika memasuki Zaman Kinsel atau Zaman Pra Modern pada tahun 1602, sejak Shogun Tokugawa Ieyasu sebagai pemegang tampuk pemerintahan memindahkan pusat pemerintahan ke daerah Edo. Pelopor haiku adalah Matsuo Basho (1644-1694)

"Dalam penulisan haiku ada aturan, terdiri dari tiga baris menggunakan pola 5-7-5 suku kata. Pada baris pertma yakni 5 suku kata, baris kedua 7 suku kata, dan ketiga 5 suku kata, keseluruhannya berjumlah 17 suku kata," katanya.

Ditambahkan, dalam penulisan, haiku harus mengandung *kigo* yaitu penanda musim/waktu dan *kireji* yakni kalimat penyimpul atau pemotong (kiru, kireji) di baris akhir.  Ini, katanya, berfungsi mendifinisikan hubungan kedua ide yang terdapat pada dua baris di atasnya. Kireje merupakan penyempurna dari haiku tersebut.

Lebih lanjut Lanang mengatakan, haiku tidak mengenal judul merupakan haiku klasik Jepang. Namun demikian, dalam buku "JALA SUTRA, 228 Haiku Tegalan" karya Lanang Setiawan mengunakan judul. Mengapa? "Kenapa dalam buku haiku yang saya tulis ada judul? Sederhana saja. Undang-Undang saja bisa diamandemen. Masak sekadar haiku tidak ada pembaharuan? Maka dalam buku haiku, ada judul," terangnya.

Kenapa harus tegalan? Kata Lanang, "Saya ingin terus memviralkan basa tegalan sampai kemana-mana," tuturnya.
Ditambahkan, tema haiku yang diangkat dalam bukunya itu, lebih dominan tentang situasi kotanya yang sedang kisruh. Tapi ada juga tentang Tuhan, kuliner Tegal, wisata, dan cinta. Buku tersebut diterbitkan oleh Media Tegal Tegal.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita