Sabtu, 18/02/2017, 05:25:53
Krandon-Kaligangsa Banjir, PDIP Bantu 2000 Ponggol
Laporan Tim PanturaNews

Sejumlah pengurus dan kader PDIP Kota Tegal menerjang banjir untuk memberi bantuan makanan (Foto: Dok/Sofyan)

PanturaNews (Tegal) - Tim Gotong-Royong DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Jawa Tengah, memberikan 2000 nasi bungkus (ponggol) kepada masyarakat korban banjir di Kelurahan Krandon dan Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Kamis 16 Pebruari 2017 dan Jumat 17 Pebruari 2017 malam.

Demikian diterangkan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Sutari SH,MH. “Kami dari DPC PDI Perjuangan Kota Tegal terjun langsuing ke lokasi banjir selama 2 malam berturut-turut. Kami berikan kepada mereka sekedar pengganjal perut berupa nasi ponggol, roti, mie instan dan air mineral. Kami berharap bantuan kami dapat sedikit meringankan beban para korban banjir,” kata Sutari.

Menurut Sutari, di sejumlah wilayah di Kelurahan Krandon, yaitu RW 4 merupakan titik banjir yang paling parah. Air bisa setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 60-75 centimeter. Sedangkan di wilayah Kelurahan Kaligangsa, daerah terparah ada di sebelah timur Polder Bayeman.

“Selama dua malam berturut-turut kami dari PDI Perjuangan krubyukan membagikan Ponggol, Roti, Mie Instan dan Air minum kepada setiap warga yang kami temui,” terang Sutari.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Edy Suripno SH, MH menyampaikan, turut prihatin atas musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Margadana tersebut.

“Atas nama pribadi, atas nama Ketua DPRD Kota Tegal dan atas nama PDI Perjuangan, saya menyampaikan turut prihatin atas musibah banjir ini, dan saya berharap warga untuk bersabar dalam menghadapi musibah ini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah bergotong royong membantu meringankan korban banjir di Krandon dan Kaligangsa,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan yang akrab disapa Uyip.

Uyip mengungkapkan, bantuan yang diberikan oleh PDI Perjuangan mungkin nilainya tidak seberapa. Namun demikian PDI Perjuangan sangat peduli dengan kesulitan yang dialami oleh warga di 2 Kelurahan yang saat ini terkurung oleh banjir.

“Banjir di 2 Kelurahan ini kan sudah berulang kali terjadi, namun sampai dengan saat ini tidak ada upaya maksimal dari Pemerintah untuk melakukan pencegahan, supaya banjir tidak terjadi. Bahkan Polder yang sudah dibangun di blok Bayeman, Kaligangsa pun tidak berfungsi secara maksimal. Banjir tahun ini yang melanda Kelurahan Krandon dan Kaligangsa akan menjadi catatan kami untuk dibahas secara komperehensif di tahun yang akan datang,” tutur Uyip.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita