Kamis, 12/01/2017, 03:42:19
Penyidik Diminta Lengkapi Berkas dengan Hasil Tes DNA
Laporan Tim PanturaNews

Ketua DPRD Kota Tegal (tengah) saat audiensi dengan Kajari Tegal (kanan) di ruang kerja Kajari (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Penyidik Polres Tegal Kota yang menangani kasus dugaan tindak perzinahan oknum anggota DPRD Kota Tegal dengan RN, warga Jatibarang, Kabupaten Brebes, diminta segera melengkapi berkas pemeriksaannya dengan hasil tes DNA dari terduga pelaku agar dapat disandingkan dengan DNA anak hasil perzinahan untuk dijadikan sebagai alat bukti yang sah.

Hal itu ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tegal, Jawa Tengah, R Hendry Budiyanto SH Mhum kepada rombongan anggota DPRD Kota Tegal di ruang kerjanya, Kamis 12 Januari 2017.

“Untuk lebih valid, maka perlu alat bukti hasil tes DNA dari pelaku yang bersangkutan, sehingga tidak bias mengelak lagi. Hasil tes DNA itu akan menjelaskan secara tegas ada dan tidaknya hubungan sex antara keduanya,” kata Kajari.

Lebih jauh Kajari menjelaskan, sampai kini pihak penyidik Polres Tegal Kota belum menyerahkan berkas lagi sejak dikembalikan untuk dilengkapi per 19 Desember 2016 lalu.

Menanggapi hal itu, anggota Fraksi Partai Golkar, Sisdiono Ahmad, mempertanyakan kepada Kajari tentang rentang waktu yang ditentukan dalam penyampaian berkas. Dijelaskan oleh Kajari, bahwa waktu ideal yang ditentukan adalah 14 hari, namun sejak 19 Desember 2016 sampai dengan hari ini belum ada penyerahan berkas dari Kepolisian kepada Kejaksaan.

“Dari hasil laporan intelegen kami, penyidik kesulitan menghadirkan oknum anggota DPRD tersebut karena saat diminta hadir untuk diambil DNA nya selalu beralasan sedang melakukan kunjungan kerja luar kota,” ujar Kajari..

Sementara, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tegal, Wiwik Mastuti SH yang turut hadir dalam audensi itu menyampaikan bahwa sejak BK DPRD menjatuhkan sanksi, yang bersangkutan sudah tidak lagi mendapat kesempatan untuk kunjungan kerja karena sudah dicabut dari keanggotaan alat kelengkapan DPRD.

Secara terpisah, kuasa hukum RN, Ibnu Cholid SH saat dikonfirmasi PanturaNews terkait alat bukti DNA menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan tes DNA dari anak hasil hubungan sex antara oknum anggota DPRD dengan kliennya untuk dijadikan alat bukti dalam laporan pemeriksaan sebelum diajukan ke persidangan.

“Di dalam KUHP memang tidak ditegaskan harus ada alat bukti tes DNA atau tidak, namun hasil tes DNA itu dapat menjadi alat bukti yang sah agar proses peradilan menjadi lebih jelas,” tegas Ibnu.

Diketahui, H Supriyanto, anggota DPRD Kota Tegal dilaporkan oleh IS (47) warga Jatibarang, Brebes ke BK atas tuduhan perzinahaan terhadap istrinya, RN hingga hamil. Kasusnya terus bergulir baik di kepolisian maupun di BK DPRD Kota Tegal.

Bahkan H Supriyanto yang berangkat dari PPP dan terhimpun di dalam Fraksi Partai Golkar, oleh BKDPRD Kota Tegal dinyatakan bersalah telah melakukan tindak asusila, dan dikeluarkan dari keanggotaan Alat Kelengkapan DPRD.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita