Rabu, 11/01/2017, 09:32:36
Rumah Kebangsaan PDIP Segera Dideklarasikan
Laporan SL Gaharu

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Edy Suripno saat memberi arahan kepada kader (Foto: Dok/Gaharu)

PanturaNews (PanturaNews) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tegal, Jawa Tengah, dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Rumah Kebangsaan. Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H Edy Suripno SH, MH dalam wawancara dengan PanturaNews.com, di Kantor DPRD Kota Tegal, Rabu 11 Januari 2017.

“Dalam waktu dekat kami akan gelar rapat pleno pengurus DPC guna membahas rencana deklarasi Rumah Kebangsaan. Kebijakan Rumah Kebangsaan ini merupakan instruksi langsung dari Ibu Mega yang disampaikannya dalam pidato politik saat HUT PDI Perjuangan ke 44 di Jakarta belum lama ini,” kata Edy Suripno yang akrab disapa Uyip.

Uyip mengemukakan, Rumah Kebangsaan yang dimaksud oleh Ketua Umum PDI Perjuangan yaitu agar setiap secretariat DPC PDI Perjuangan sekaligus menjadi Rumah Kebangsaan bagi masyarakat umum yang ingin menyampaikan aspirasi perihal kebijakan pemerintahan baik pusat maupun daerah yang bersinggungan dengan nilai ideology bangsa dan masalah kebangsaan lainnya.

“Kami bertekat mengimplementasikan instruksi Ketua Umum PDIP secara nyata ke dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tegas Uyip.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Riyanto, menambahkan bahwa yang disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan terkait Rumah Kebangsaan merupakan wujud dari kepedulian mendalam PDI Perjuangan, dalam rangka menegakkan kembali nilai-nilai ideology bangsa yang ditengarai mulai merapuh dan lumpuh.

“Kalau dicermati, Rumah Kebangsaan itu merupakan istilah saja, yang terpenting adalah bagaimana seorang kader PDI Perjuangan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai ideology ke dalam kehidupan masyarakat disekitarnya. Harapannya, dengan Rumah Kebangsaan ini implementasi nilai-nilai kebangsaan yang notabene bersumber dari Pancasila itu dapat tersistem dengan baik, sehingga dapat menjadi tameng bagi tiap-tiap individu bangsa untuk menolak kemunculan ideology-ideologi baru yang bersifat tertutup dan cenderung bernuansa memecah belah bangsa,” kata Riyanto.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita