Rabu, 11/01/2017, 06:11:00
Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Kebijakan Pemerintah
Laporan Zaenal Muttaqin

Sejumlah mahasiswa lakukan aksi unjuk rasa menolak kebijakan pemerintah menaikkan BBM, listrik dan lainnya (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan pemerintah. Unjuk rasa yang digelar di pertigaan Pasar Hewan Jalan Diponegoro Kota Kecamatan Bumiayu itu, cukup memanas dan diwarnai aksi bakar ban bekas,  Rabu 11 Januari 2017.

Aparat keamanan Dalmas dari Polres Brebes dengan sigap melakukan pemadaman api tersebut dengan alat pemadam karena dikahawtirkan dapat membahayakan pengguna jalan.

Unjuk rasa mahasiswa dari Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) itu menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, tarif dasar listrik, pajak kendaraan dan pencabutan subsidi listrik.

Peserta aksi mengusung spanduk bertuliskan 'Tolak Kebijakan Pemerintah'. Selain itu juga mengusung bendera HMI dan meneriakkan yel-yel dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Koordinator aksi, Fakhri Azhar mengatakan, unjuk rasa dilakukan untuk menuntut pemerintah pusat mencabut kenaikan BBM, listrik dan biaya tarif STNK dan kenaikan harga pokok. Pemerintah RI juga diminta mengembalikan subsidi listrik.

"Kami juga menuntut pemerintah RI, Polri, Menteri Keuangan dan intansi pemerintah lainnya untuk bersikap tegas dan tidak lempar tangan terhadap kebijakan yang menyangkut masyarakat banyak," katanya.

Pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah RI hadir sebagai solusi terhadap permasalahan yang di Indonesia dan menetapkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Aksi unjuk rasa yang sempat memacetkan arus lalu lintas di jalan utama kota Bumiayu itu mendapatkan pengawalan ketat aparat pengamanan dari Polres Brebes. Aparat tersebut nampak sibuk mengatur arus lalu lintas dan juga mengamankan peserta aksi.

Waka Polres, Kompol Mashudi yang memimpin langsung pengamanan unjuk rasa itu mengatakan, sebagai aparat bertugas untuk mengamankan setiap aksi yang dilakukan masyarakat. Pengamanan dilakukan untuk antisipasi adanya tindakan anarkhis atau yang dapat merugikan masyarakat maupun peserta aksi.

"Sudah menjadi tugas aparat untuk melakukan pengamanan aksi yang dilakukan oleh masyarakat," katanya.

Petugas melakukan pengamanan sesuai aturan dan tidak terpancing dengan situasi meski sempat memanas. Langkah yang dilakukan merupakan upaya melindungi masyarakat.

"Pengamanan ini untuk melindungi masyarakat, tim dokter juga diterjunkan untuk antisipasi jika terjadi yang tak diinginkan baik masyarakat maupun pengunjuk rasa," tegas Mashudi.

Setelah hampir tiga jam melakukan aksinya, pengunjuk rasa membubarkan diri secara tertib sekira pukul 17.00 WIB. Aparat keamana dengan sigap langsung membersihkan sisa-sisa pembakaran ban dan jalan raya kembali normal.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita