Kamis, 22/12/2016, 03:21:15
Bumiayu Gelar Gemilang Budaya Bumi Brambang
Laporan Zaenal Muttaqin

Kepala Dinpora Brebes, Amin Budi Raharjo meninaju stand salah satu kesenian di kegiatan Gemilang Budaya Bumi Brambang (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pekan seni budaya bertajuk Gemilang Budaya Bumi Brambang digelar di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di wilayah bagian selatan, tepatnya di Pendopo bekas Kawedanan Bumiayu, Kamis 22 Desember 2016. 

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari itu dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Orlahraga (Dinpora) Kabupaten Brebes, Amin Budi Raharjo.

"Saya sangat bangga dengan kegiatan ini yang membuka mata kita akan kemajuan di bidang seni khususnya di wilayah selatan ini," kata Kepala Dispora Brebes, Amin Budi Raharjo disela-sela acara pembukaan.

Menurutnya, selam tiga tahun lebih menjabat di Dispora baru kali ini melihat kegiatan yang menampilkan ekspresi para seniman di wilayah selatan. Ternyata memiliki potensi kesenian yang tinggi dan berkualitas.

"Adanya kegiatan ini kami berharap agar kesenian semakin terekspos dan diketahui oleh banyak kalangan," ujar Amin.

Dikatakan, tereksposnya kegiatan kesenian baik di selatan dan juga wilayah lainnya diharapkan juga dapat membuka pemerintan untuk menaikkan anggaran untuk kesenian yang selama ini sangat rendah.

"Selama ini bisa dibilang anggarannya dikucilkan, hanya sekitar Rp 40 - 50 juta per tahunnya, padahal kegiatan kesenian itu sangat banyak," ungkap Amin.

Sementara itu, salah satu penggagas dan pelnyelenggaran kegiatan, Agep Zulfikar mengatakan, pekan seni Gemilang Budaya Bumi Brambang digelar oleh Dewan Kesenenian Kabupaten Brebes. Kegiatan menampilkan tujuh macam bidang seni, yakni seni rupa, seni tari, seni musik, seni senomatografi, seni fotografi, seni kriya dan seni sastra.

"Tujuh macam kesenian ikut meramaikan kegiatan ini dan semuanya tampil dengan karya-karya yang tinggi," ujarnya.

Pada kegiatan yang menyedot cukup banyak pengunjung itu juga ditampilkan salah hasil karya unik dan khas Bumiayu. Yaitu, miniatur candi Borobudur yang terbuat dari batu dengan cara dikerik.

"Seni batu kerik ini baru ada di Buiayu dan batunya juga dari batu Sungai Keruh," kata Agep.

Selama kegiatan juga digelar pertunjukan kesenian, diantaranya seni tari dan seni musik. Stand untuk pameran data tentang kesenian yang ada di sekitar Bumiayu juga ikut meramaikan gelaran itu. Pada acara pembukaan dihadiri oleh Muspika Bumiayu dan lainnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita