Rabu, 07/12/2016, 06:47:10
Relevansi Antara PT, Mahasiswa dan Masyarakat
Oleh: Baqi Maulana Rizqi

Menjalin hubungan yang harmonis antara Perguruan Tinggi (PT) dengan masyarakat, dalam arti saling menguntungkan dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak, bukan merupakan perkerjaan gampang. Di Negara maju dikenal hubungan Sinergik, yakni kegiatan perguruan tinggi untuk membantu mengembangkan perusahaan-perusahaan besar.

Perusahaan memperoleh manfaat terutama pengembangan produknya, dilihat dari kepentingan dunia industri dan bisnis hubungan tersebut dipandang memadai, bahkan bagi perguruan tinggi telah memperoleh salah satu sumber pendapatannya dari dunia industry tersebut.

Sampai sekarang wujud nyata pengabdian masyarakat sebagi salah satu manifestasi dari upaya merealisasikan dharma ketiga perguruan tinggi masih dalm proses mencari bentuk. Dharma pendidikan dan penelitian sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing perguruan tinggi telah menemukan bentuk yang baku dan telah pula dijelaskan sebagaimana mestinya.

Khusus dharma pendidikan tampaknya sudah dapat berjalan mulus terutama dilihat dari kemampuan perguruan tinggi memberikan pelayanan dalam proses belajar mengajar mahasiswa. Begitu pula dengan penilitian dalam arti sebagai upaya meningkatkan kemampuan akademik para dosen telah banyak perguruan tinggi yang menjadikannya sebagai bagian integral daripenyelenggaraan perguruan tinggi.

Berbeda dengan pengabdian masyarakat sampai sekarang masing-masing perguruan tinggi memiliki bentuknya sendiri-sendiri, ada yang berusaha mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan kegiatan penelitian dan atau dengan peningkatan mutu akademik para dosen di luar kampus atau sebagai upaya mendekatkan mahasiswa kepada realitas yang dihadapi masyarakat pedesaaan guna melatih mematangkan sikap mahasiswa dan menghindari kemungkinan alienasi mahasiswa dari perdesaan.

Di Negara kita dengan konsep tri dharma perguruan tinggi sebenarnya sejak semula perguruan tinggi diharapkan tidak terpisah dari masyarakat, ada keharusan mengabdi kepada masyarakat yang disejajarkan dengan du dharma lainnya, yakni pengajaran dan pendidikan-penelitian.

Sebagai bangsa yang besar yang mayoritas masyarakatnya masih berpendidikan rendah peranan perguruan tinggi di Negara kita menjadi amat strategis, karena perguraun tinggi diharapkan tidak saja sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi sekaligus sebagai sarana pelatihan dan pematangan sumber daya manusia yang akan siap memasuki teknostruktur masyarakat industrial di masa depan.

Perguruan tinggi menjalankan fungsi profetik dalm arti memiliki tanggung jawab dalam proses penyediaan sumber daya manusia yang akan mengemban misi suci pelestarain dan pengembangan budaya, mengabdikan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan masyarakat tanpa pamrih atau Cost-Benefit inilah kiranya merupakan sisi idealistik pengabdian masyarakat yang harus dijadikan sasaran dharma ketiga perguruan tinggi.

Pengabdian masyarakat yang benar-benar berorientasi kepada masyarakat berarti diprogramkan menurut kebutuhan masyarakat yang menjadi sasarannya, dalam suasana pembangunan yang sentralistik dan serba birokratik ini dimana tangan-tangan birokrasi menggerayangi hamper seluruh aspek kehidupan masyarakat, dari masalah kesehatan, keagamaan dan pemerintahan, sebagaimana tercermin dalam bentuk penataran, penyuluhan dan pengarahan dari berbagai instansi dan dinas pemerintah.

Masyarakat yang nyaris menjadi objek pasif itu sudah mengalami kejenuhan terhadap berbagai aktivitas penyuluhan atau apa pun namanya, memang overbirokratisasi semacam itu merupakan resiko logis dari pola pembangunan Top-Down, masyarakat seakan-akan telah kehilangan inisiatif dan sudah terlalu terbiasa dengan system komando dan serba subsidi.

(Baqi Maulana Rizqi adalah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bumiayu, Kanupaten Brebes)



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita