Sabtu, 26/11/2016, 03:06:40
Diimingi HP, Pensiunan Guru Cabuli Tiga Siswi SMP
Laporan Takwo Heriyanto

Pelaku pencabulan tiga siswi SPM, SW saat diperiksa di UPPA Polres Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Jika sebelumnya seorang gadis berinisial MR (15), asal Desa Ragatunjung, Paguyangan, Brebes menjadi korban perkosaan setelah minumannya dicampur pil atau obat penenang oleh temannya sendiri berinisial TU (27). Kini, kasus tindakan asusila itu kembali terjadi di wilayah hukum Polres Brebes, Jawa Tengah.

Pelakunya adalah SW (60), seorang pensiunan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), warga RT 06/ RW 04, Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Sedangkan yang menjadi korban adalah tiga siswi, sebut saja bunga, melati dan mawar (bukan nama sebenarnya-red) berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku SMP yang ada di Kecamatan Paguyangan.


Pelaku yang baru memasuki masa pensiun Oktober 2016 lalu itu, ditangkap polisi di rumahnya, Kamis 24 November 2016 malam. Hal itu menyusul perbuatan bejatnya tersebut terbongkar, setelah salah seorang korban melapor ke Polres Brebes.


Pelaku SW di depan petugas mengaku, perbuatannya itu dilakukan semasa dirinya aktif sebagai guru PNS. Dari ketiga korban itu, rata-rata telah dicabuli lebih dari dua kali. Setelah itu, sebagai imbalan para korban dibelikan telepon gengam. Ada juga salah satu korban yang diberi uang Rp 1,5 juta, karena meminta untuk memenuhi kebutuhan.


"Saya tidak mengiming-imingi, tetapi mereka (korban-red) yang meminta dibelikan handphone dan saya belikan. Padahal penjanjiannya handphone itu dibelikan kalau mereka masih perawan, tetapi kenyataanya tidak ada yang perawan semua," ujar pelaku saat diperiksa di Mapolres Brebes, Jumat 25 November 2016.


Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Puji Haryati mengatakan, kasus perbuatan cabul itu terbongkar berawal dari salah seorang korban yang terus menerus di kejar-kejar pelaku, hingga korban ketakutan dan tidak berangkat sekolah.


Korban dikerjar-kejar pelaku, karena tidak mau melakukan hubungan intim kembali. Atas kejadian itu, salah seorang guru korban curiga, dan mencari tahu penyebab korban tidak pernah bangkat sekolah. Dari situ terungkap jika korban dikejar-kejar pelaku karena menolak mengulang untuk berhubungan layaknya suami istri. Sehingga, guru korban bersama korbannya melaporkan ke Polres Brebes.

"Dari satu korban ini, setelah kami selidiki ternyata jumlah korbannya berkembang menjadi tiga anak. Setelah mempunyai bukti yang kuat, kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku ini," ujarnya, Jumat 25 November 2016, di Mapolres Brebes.

Dijelaskannya, perbuatan pelaku itu telah dilakukan sejak bulan April lalu, di saat pelaku masih aktif sebagai guru PNS di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Paguyangan. Modus yang dilakukan pelaku, dengan membujuk korban agar mau berhubungan intim dengan diiming-imingi diberi telepon genggam dan uang.


Awalnya, perbuatan itu dilakukan kepada Bunga (bukan nama sebenarnya-red). Setelah bosan, kemudian membujuk teman korban yang bernama Mawar (bukan nama sebenarnya-red). Kemudian, dilakukannya lagi kepada teman korban lainnya Melati (bukan nama sebenarnya-red).


"Pelaku mengaku ke kami kenal ketiga korbannya ini dari salah satu siswinya. Saat ini pelaku sudah kami ringkus dan masih dalam pemeriksaan," tuturnya.


Menurut Puji, dari tangan pelaku itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, beberapa setel pakaian para korban dan sebuah telepon genggam yang diberikan pelaku kepada korban.


"Atas perbuatannya ini, pelaku kami jerat Undang-undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun," paparnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita