Rabu, 09/11/2016, 06:10:55
UMK Berizin Terbanyak di Kecamatan Paguyangan
Laporan Zaenal Muttaqin

Kegiatan monitoring dan evaluasi Izin Usaha Mikro Kecil di Aula Kantor Kecamatan Paguyangan (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK) yang telah memiliki izin usaha di Kecamatan Paguyangan, tertinggi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, atau sebanyak 1368 UMK. Jumlah tersebut hampir setengah dari seluruh UMK yang memiliki iin di Kabupaten Brebes, yakni sebanyak 2865 UMK.

"UMK yang yang telah memiliki izin terbanyak di Kecamatan Paguyangan ini, di wilayah kecamatan lain masih sedikit," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Sutejo SE saat melakukan monitoring dan evaluasi Izin Usaha Mikro Kecil (I UMK) di Kecamatan Paguyangan, Rabu 09 November 2016.

Pelaku usaha mikro di Kecamatan Paguyangan tergolong tinggi tingkat kesadarannya, sehingga kebanyakan memiliki izin usaha. Adanya izin usaha itu menjadi UMK di Paguyangan memiliki kepastian usaha baik legalitas usahanya dan beberapa keuntungan lainnya.

Keuntungan UMK yang memiliki izin diantaranya selain adanya jaminan legalitas sesuai undang-undang, juga kemudahan akses untuk permodalan baik dari bank maupun lembaga keuangan lainnya, karena biasanya izin usaha jadi syarat untuk mengajukan pinjaman modal dengan bunga yang rendah.

Selain itu juga akan mendapat pembinaan dan pendmpingan dari pemerintah, sehingga akan mempercepat kemajuan dari UMK tersebut. "Keuntungannya cukup banyak, sehingga sangat disarankan kepada para pelaku UMK segera mengurus perizinannya," kata Sutejo.

Untuk mengurus izin UMK cukup dilakukan melalui pelayanan terpadu kecamatan dan gratis tanpa biaya. Izin dikeluarkan oleh Camat dan pelayanannya cepat dengan persyaratan yang sangat mudah.

"Syaratnya mudah diantaranya KTP, KK dan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kepla Desa," terang Sutejo.

Jumlah UMK yang ada di Kabupaten Brebes saat ini menurut ada 103.368 dan yang telah terdata di Dinas Koperesa dan UMKM sebanyak 30 ribu. Sementara yang telah mendapatanya pembinaan julahnya 19 ribu lebih.

Sutejo mengakui, dari puluhan ribu UMK yang telah terdata itu masih sedikit yang memiliki izin usaha. Karenanya pihaknya terus melakukan monitoring, pembinaan dan juga sosialisasi.

"Persoalannya karena sumber daya manusia (SDM) kebanyakan rendah, sehingga tingkat kesadaran akan pentingnya izin usaha belum disadari," tandas Sutejo.

Kegiatan monitoring dan evaluasi Izin Usaha Mikro Kecil yang digelar digelar di Aula Kantor Kecamatan Paguyangan siang itu diikuti oleh para pelaku UMK kecamatan setempat. Hadir pula para Kepala Desa yang diharapkan dapat mensosialisasikan kepada warganya akan pentingnya memiliki izin UMK.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita