Minggu, 30/10/2016, 01:52:16
Mulyadi: Kemauan Rakyat Harus Diutamakan
Laporan SL Gaharu

Letnan Kolonel CPL (Purn) Ir. H. Akhmad Mulyadi M.Sc

PanturaNews (Tegal) - Pemimpin harus transparan, jujur dan yang utama punya niat sejahterakan masyarakatnya. Pemimpin jangan hanya berpikir untuk mensejahterakan dirinya sendiri. Kesejahteraan rakyat adalah amanah yang diemban seorang pemimpin. Jadi kemauan rakyat harus diutamakan.

Demikian diungkapkan Letnan Kolonel CPL (Purn) Ir. H. Akhmad Mulyadi M.Sc, saat diskusi Calon Pengabdi Negeri Sendiri (CPNS) di TBM Sakila Kerti Jalan Kaligung, Kelurahan Panggung, Kota Tegal, Jawa Tengah. Diskusi dihadiri para aktivis, tokoh dan masyarakat sekitar, dengan moderator Nuryanto Aji, Sabtu 29 Oktober 2016 sore.

“Jika pemimpin yang sekarang belum amanah, Insya Allah saya akan menjaga amanah yang diberikan masyarakat. Tugas pemimpin itu, bahasa sederhananya, memberihkan sampah. Kalau sampah sudah bersih, niscaya jalannya roda pembangunan akan lancar,” ujar suami Ir. Menik Indriyanti yang dikaruniai tiga putra, yakni Argon Faisal Marconi, Lukman Aldi Britantyo dan Pradita Andriyani Laela.

Dituturkan H. Akhmad Mulyadi, membangun Kota Tegal merupakan amanah yang harus dijalankan. Jadi jika memang niatnya mengabdi kotanya terlaksana, maka dia akan mengaplikasikan kemauan warga Kota Tegal. Niat yang didorong untuk memajukan Kota Tegal, membawanya untuk maju pada Pilkada Kota Tegal tahun 2018 mendatang.

“Kemauan rakyat harus utamakan, bukan kemauan kita yang didahulukan. Karena sehebat-hebatnya seorang pemimpin, kalau tidak didukung rakyat, maka pemimpin itu tidak ada apa-apanya,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai langkah awal niatnya untuk mengabdi kepada Kota Tegal, H. Akhmad Mulyadi terus akan melakukan ta’aruf, mengenalkan diri kepada seluruh masyarakat Kota Tegal. Untuk pencalonanya nanti pada Pilkada tahun 2018, H. Akhmad Mulyadi sudah menyiapkan Visi-Misinya secara lengkap.

“Jika memang masyarakat menghendaki dan saya mempunyai elektabilitas tinggi, saya mantap untuk maju. Keputusan saya untuk kembali ke Indonesia, kembali ke Kota Tegal, adalah pilihan yang bijak. Saya harus membangun Kota Tegal menjadi lebih baik lagi, karena Kota Tegal adalah kota asal saya,” terangnya.

Diungkapkan H. Akhmad Mulyadi, saat kerja di luar negeri, dia mendapatkan gaji yang cukup besar yakni sampai Rp 150 juta. Tapi karena kecintaanya kepada negeri sendiri, maka dia kembali ke Indonesia meski hanya punya gaji Rp 15 juta. Dan pilihan selanjutnya, dia pulang ke Kota Tegal untuk mengabdi dan membangun kotanya sendiri.

“Apapun profesi kita, berbuatlah yang terbaik. Minimal selalu berbuat baik untuk diri sendiri, lalu berbuat baik untuk keluarga, berbuat baik untuk lingkungan, baru berbuat baik untuk kota. Kalau semuanya sudah berbuat baik, maka perbuatan yang tidak baik akan tersingkir,” ucapnya yang punya slogan “Bersama Membangun Tegal, Maju dan Transparan”.

Diketahui, H. Akhmad Mulyadi yang asli Kota Tegal ini menjabat sebagai Manager Hrd & Ga PT. Zug Industri Indonesia EPC Power Plant sejak Desember 2014 sampai sekarang. Lulusan Universitas Gadjah Mada Jurusan Teknik Kimia, selama di TNI menjabat Pengawas Sistem Pemeliharaan Depo Senjata November, 89 - Jun'95.

Pengawas Pemeliharaan Depo Quality Control TQC Jun'95 - Mar'98, Pengawas Pemeliharaan Depo R & D Pergeseran Mar'98 - Mar'99, Comandant District Ordnance Maintenance Mar'99 - Dec'04, Kepala Bagian Kerjasama Internasional di Departemen Pertahanan Kerjasama Dec'04- 13 Agustus, Manajemen Trainer Pendidikan & Pelatihan Pusat 13 Agustus-14 Desember.

Sedangkan pengalaman lainnya, H Akhmad Mulyadi juga sebagai Trainer: Spesialis Senjata Pendidikan Ordnance dan Pusat Pelatihan yang mungkin termasuk pemeliharaan, layanan, perbaikan, modifikasi dan inovasi of Arms kecil, senjata menengah dan peluru kendali.

Pelatihan Manajemen bagi Pejabat terutama dalam Pengadaan, Analisis Manajemen Teknis, Analisis logis, Material Merusak (kimia, bom dll), WMD, Laporan Konsultan, Manajemen SDM, Skripsi atasan dan lainnya. Juga sebagai Dosen STT Ahmad Yani Bandung, dan STIE YAI.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita