Jumat, 23/09/2016, 11:56:55
Aim: Tak Ada Perpecahan di Internal Partai Gerindra
Laporan Takwo Heriyanto & SL Gaharu

Ketua DPC Partai Gerindra Brebes, Ahmad Mustaqin saat wawancara disela mendaftar di KPU (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Brebes) - Bakal calon Wakil Bupati Brebes yang berpasangan dengan bakal calon bupati, Suswono, yakni Ahmad Mustaqin, mengatakan tidak ada bentuk penolakan dari para kader Partai Gerindra atas pencalonannya di Pemilihan Umum Kepala Daerah (pilkada) Brebes yang akan digelar 2017 mendatang.

"Tidak ada itu. Itu bahasa pengklaiman saja yang hanya sekedar simbol saja. Terbukti pada saat deklarasi ‘Koalisi Rakyat Brebes Bersatu’ di gedung Islami Center Brebes dari 17 PAC yang ada semuanya hadir. Termasuk dari PAC Larangan dan Bantarkawung," ujar Aim panggilan akrab Ahmad Mustaqin, di sela penyerahan berkas pendaftaran pencalonannya di KPU Brebes, Jumat 23 September 2016 sore.

Aim menjelaskan, terkait dengan usulan penalonannya sebagai wakil bupati sudah normatif walaupun rekomendasinya dari DPP partainya. "Usulannya memang seperti itu dan sudah normatif. Dan kami tidak mengusulkan diri sendiri.

Ada tiga bahkan banyak yang diusulkan dari Kabupaten Brebes ke Pusat. Ada Ibu Idza Priyanti, Pak Suswono dan Pak Narjo. Jadi kita usulkan keempat-empatnya secara keseluruhan ke DPP," jelas Aim yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes.

Dia menyebutkan, tidak ada perpecahan di tubuh partai yang dipimpinya. "Oh tidak ada perpeahan di partai kami," tegasnya.

Namun demikin, pihaknya siap melaporkan ke DPP jika ada para kadernya yang mendukung pasangan calon petahana dengan mengatas namakan partai. "Kalau sifat dukungannnya itu hanya secara pribadi ya monggo-monggo saja. Itu silahkan.

Tapi kalau sudah atas nama partai, jelas sanksi dari partai ada. Nantinya yang memberikan sanksi adalah DPP, sedangkan kami dari kabupaten hanya melaporkan saja," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kendati pasangan Suswono dan Ahmad Mustaqim secara resmi telah diusung oleh PKS dan Partai Gerindra sebagai calon bupati (cabup) dan wakil bupati (wabup) untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Brebes 2017 mendatang.

Namun demikian, pasangan yang hanya diusung oleh dua parpol itu mendapat penolakan dari partai pengusungnya sendiri, khususnya dari Partai Gerindra pada saat berlangsungnya proses pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Jumat 23 September 2016.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Brebes, Wowo Sutrisno. Dia mengatakan atas nama pengurus DPC serta 14 PAC Gerindra di Kaupaten Brebes menyatakan sikap menolak pasangan Suswono-Aim panggilan akra Ahmad Mustaqim.

"Kami bersama pengurus 14 PAC Gerindra di Kabupaten Brebes menyatakan sikap menolak pasangan Suswono dan Aim. Alasanannya adalah karena kami kecewa dan merasa dibodohi menyangkut rekomendasi yang dikeluarkan partai kami," tegas Wowo.

Menurutnya, dari surat rekomendasi yang dikeluarkan DPP Gerindra, di dalamnya tertulis jika rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan usulan Dewan Pimpinan tingkat Kabupaten Partai Gerindra, dan Dewan Tingkat Pusat Gerindra hanya sebatas menyetujui.

"Ini yang membuat kami kecewa karena bentuk pembodohan dan pembohongan terhadap kader Gerindra Brebes. Kalau memang itu dari usulan DPC Gerindra, mestinya ketua DPC mengumpulkan pengurus dan para PAC untuk rapat internal. Akan tetapi, langkah itu tidak dilakukan sama sekali," tuturnya.

Mereka, lanjut Wowo, sudah sepakat menolak pasangan tersebut dan menyatakan akan menggalang dukungan untuk mendukung pasangan petahanan Idza-Narjo. "Realitas politik kader Gerindra di kalangan akar rumput lebih memilih mendukung Idza-Narjo. Untuk itu, kami memilih mendukung Idza Priyanti," tandasnya.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita