Jumat, 23/09/2016, 08:57:11
Pasangan Suswono-Aim Ditolak Kader Gerindra
Laporan Takwo Heriyanto

Puluhan orang dengan memakai kaos putih bertuliskan "Gerindra For Idza" hadiri deklarasi Idza-Narjo (Foto: Dok/Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kendati pasangan DR. H. Suswono dan Ahmad Musttaqin secara resmi telah diusung oleh PKS dan Partai Gerindra, sebagai calon bupati (cabup) dan wakil bupati (wabup) untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Brebes 2017 mendatang.

Namun demikian, pasangan yang hanya diusung oleh dua parpol itu, mendapat penolakan dari partai pengusungnya sendiri, khususnya dari Partai Gerindra pada saat berlangsungnya proses pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Jumat 23 September 2016.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Brebes, Wowo Sutrisno. Dia mengatakan atas nama pengurus DPC serta 14 PAC Gerindra di Kabupaten Brebes, menyatakan sikap menolak pasangan Suswono-Aim panggilan akrab Ahmad Mustaqin.

"Kami bersama pengurus 14 PAC Gerindra di Kabupaten Brebes, menyatakan sikap menolak pasangan Suswono dan Aim. Alasannya adalah karena kami kecewa dan merasa dibodohi menyangkut rekomendasi yang dikeluarkan partai kami," tegas Wowo.

Menurutnya, dari surat rekomendasi yang dikeluarkan DPP Gerindra, di dalamnya tertulis jika rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan usulan Dewan Pimpinan tingkat Kabupaten Partai Gerindra, dan Dewan Tingkat Pusat Gerindra hanya sebatas menyetujui.

"Ini yang membuat kami kecewa, karena bentuk pembodohan dan pembohongan terhadap kader Gerindra Brebes. Kalau memang itu dari usulan DPC Gerindra, mestinya Ketua DPC mengumpulkan pengurus dan para PAC untuk rapat internal. Akan tetapi, langkah itu tidak dilakukan sama sekali," tuturnya.

Mereka, lanjut Wowo, sudah sepakat menolak pasangan tersebut dan menyatakan akan menggalang dukungan untuk mendukung pasangan petahana Idza-Narjo. "Realitas politik, kader Gerindra di kalangan akar rumput lebih memilih mendukung Idza-Narjo. Untuk itu, kami memilih mendukung Idza Priyanti," tandasnya.

Hal Senada dikatakan Ketua PAC Kecamatan Larangan, Untung. Menurutnya, selama ini Ketua DPC Gerindra Brebes menyampaikan pencalonannya berpasangan dengan Suswono merupakan penugasan dari partai. Namun di dalam rekomendasi itu, ternyata dikeluarkan atas usulan dari pimpinan cabang.

"Ini kami merasa dibodohi. Konsekuensi kami atas sikap penolakan ini, siap dicopot atas jabatan saya di struktural partai. Kami tetap setia dengan partai, tetapi ketika partai sudah tidak membutuhkan, kami siap dipecat," ucapnya.

Sebagai catatan, sebelumnya diberitakan Ketua PAC Partai Gerindra Bantarkawung, salah satu dari kader Gerindra, Moch Witno hadir dalam deklarasi Idza-Narjo mengatakan secara pribadi pihaknya terang-terangan memberikan dukungan kepada Idza-Narjo.

"Ini secara priadi ya. Kami sebenarnya bersama teman-teman PAC lainnya yang ada di Kecamatan Brebes bingung, ini arahnya mau kemana sementara saat ini KPU sudah mulai membuka pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati," ujar Witno.

Padahal, kata dia, pada Pilkada Brebes sebelumnya hubungan partainya dengan pasangan Idza-Narjo hingga saat ini dinilai tidak ada masalah. "Saya katakan sekali lagi dukungan kepada Idza-Narjo adalah pribadi bukan atas nama partai. Kalau partai kami tetap akan mendukung penuh kepada Prabowo sebagai calon Presiden," tegasnya.

"Kami juga akan menyurati DPP Partai Gerindra mengenai persoalan ini. Kalaupun kami nanti ternyata diberikan sanksi pemecatan, ya dengan segala resiko kami siap menerimanya," sambungnya.

Menurutnya, alasan dirinya mendukung Idza-Narjo karena kepemimpinanya menjadi Bupati dan wakil bupati Brebes selama ini, dinilai sangat bagus dibanding dengan pemimpin sebelumnya. Terutama dalam peraikan infrastruktur jalan-jalan desa.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita