Selasa, 13/01/2015, 12:21:17
GM PLN Suluttenggo Dipecat, Seknas Kutuk Dirut PLN
Laporan Riyanto Jayeng

Muhammad Yamin SH

PanturaNews (Jakarta) - Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi mengutuk keras kebijakan Dirut PLN Sofyan Basir yang telah memecat GM PLN Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo (Suluttenggo), Santoso Januwarsono dari jabatannya. Apalagi pemecatan tersebut diduga berkaitan dengan pemaparan kondisi kelistrikan di wilayah Suluttenggo oleh Santoso kepada Presiden RI Joko Widodo, Jumat 9 Januari 2015.

“Tidak seharusnya seorang Dirut perusahaan BUMN melakukan pemecatan terhadap anak buahnya hanya gara-gara mengungkap masalah listrik yang terjadi di daerahnya. Seharusnya malah Dirut PLN bangga, anak buahnya bisa menjelaskan masalah kelistrikan dan mencoba memberikan solusinya itu kepada Presiden,” kata Ketua Umum Seknas Jokowi, Muhammad Yamin SH, Senin 12 Januari 2014.

Lebih jauh Muhammad Yamin mengatakan, secara birokratis mungkin yang dilakukan GM PLN Suluttenggo itu tidak berkoordinasi dengan Dirut PLN, akan tetapi dalam konteks kepentingan nasional demi bangsa dan negara, apa yang dilakukan Janu, sapaan akrab Santoso Januwarsono, itu tidak salah.

“Ia diajak Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk mendampinginya bertemu Presiden Jokowi guna menyampaikan kondisi kelistrikan di wilayah Suluttenggo. Itu artinya ada upaya Janu dan pemerintah propinsi Gorontalo untuk mencari solusi atas masalah kelistrikan di wilayah Suluttenggo,” ujarnya.

Seperti dilansir media massa, selama ini kondisi kelistrikan di wilayah Sukuttenggo yang byar-pet tak menentu selalu menjadi alas an investor enggan berinvestasi di Gorontalo. Selayaknya, daya listrik di Suluttenggo harus mencapai 35.000 Megawatt, tetapi hingga kini jumlah itu belum tercapai akibat masih kurangnya infrastruktur, sehingga mengakibatkan listrik selalu mengalami pemadaman. Hal itu yang selalu dikeluhkan para investor dan membuat gubernur resah.

Muhammad Yamin menambahkan, wajar saja saat pertemuan antara Gubernur Gorontalo dan GM PLN Suluttenggo dengan Presiden Jokowi, Janu memaparkan kondisi kelistrikan di wilayah Suluttenggo. Saat itu, Janu mengatakan bahwa Suluttenggo butuh gas untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), jika ingin memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di Suluttenggo yang ditaksir mencapai 35.000 Megawatt.

“Saat itu juga, Jokowi langsung berkoordinasi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan kemudian Rini langsung mengonfirmasi hal tersebut kepada Dirut PLN Sofyan Basir. Namun Dirut PLN Sofyan Basir menganggap tindakan Janu yang bertemu langsung dengan presiden dan menyampaikan masalah keliistrikan di wilayahnya, tidak etis,” tegas Muhammad Yamin.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita